Kecamatan Wanadadi ยท Kabupaten Banjarnegara ยท Provinsi Jawa Tengah
Desa Gumingsir merupakan salah satu desa di Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dengan kode pos 53461. Kehidupan masyarakat di desa ini dikenal dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih sangat kuat. Warga saling membantu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun pembangunan desa.
Masyarakat Desa Gumingsir pada umumnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani yang mengelola lahan sawah dan tegalan. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain padi, jagung, dan sayuran musiman seperti cabai, tomat, serta kacang panjang.
"Terwujudnya masyarakat desa yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berakhlak mulia melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan."
Jejak panjang perjalanan Desa Gumingsir dari masa ke masa
Desa Gumingsir merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, yang perkembangannya erat kaitannya dengan sejarah kawasan Banjarnegara pada era Mataram Islam. Nama Gumingsir dipercaya berasal dari bahasa Jawa yang bermakna "berpindah" atau "bergeser", merujuk pada perpindahan para leluhur yang menetap di kawasan di atas Kaliglahag โ wilayah yang kemudian dikenal sebagai Desa Gumingsir hingga kini.
Kawasan ini merupakan bagian dari jalur persebaran keturunan tokoh-tokoh dari era Mataram, sebagaimana tercatat dalam tradisi lisan masyarakat Banjarnegara yang menyebutkan nama Gumingsir sebagai salah satu daerah tujuan persebaran keturunan leluhur desa-desa di sekitar wilayah Wanadadi.
Menurut keterangan tokoh dan sesepuh Desa Gumingsir, sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang hingga kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, posisi Desa Gumingsir yang terletak di cekungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dinilai sangat strategis โ baik sebagai daerah pengintaian maupun kawasan pertanian yang subur.
Desa ini terletak di wilayah perbukitan yang dikelilingi hamparan sawah dan hutan hijau, dengan kontur tanah bervariasi. Kesuburan tanah di sekitar desa menjadikannya andalan pertanian padi sejak ratusan tahun silam. Pada masa kolonial, pasir dari kawasan Sungai Serayu di sekitar desa sudah dimanfaatkan sebagai bahan irigasi dan pembangunan saluran air (suling-suling).
Setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Desa Gumingsir terus berkembang sebagai desa agraris yang menopang kehidupan warganya dari sektor pertanian. Padi, jagung, serta sayuran musiman menjadi komoditas utama yang dihasilkan dari lahan sawah dan tegalan warga. Sistem irigasi berbasis Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut) dan Jaringan Irigasi Desa (Jides) terus diperkuat dari masa ke masa.
Gotong royong menjadi tulang punggung pembangunan desa. Warga bersama-sama membangun infrastruktur, termasuk bronjong untuk Bendungan D.I. Clangap Jaya, yang menjadi tumpuan pengairan lahan pertanian hingga saat ini.
Di era modern, Desa Gumingsir terus berbenah. Pada Januari 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Gumingsir dalam rangka pengecekan program pengentasan kemiskinan ekstrem, termasuk program jambanisasi dan pembangunan jaringan irigasi desa. Kunjungan ini menjadi salah satu penanda pengakuan pemerintah provinsi atas proses pembangunan yang tengah berlangsung di desa.
Memasuki tahun 2025, Desa Gumingsir semakin maju dengan penerapan Sistem Informasi Desa (SID), pelatihan perangkat desa berbasis digital, serta persiapan Lomba Jaga Desa yang mendorong kelengkapan administrasi pemerintahan. Kegiatan ekonomi baru seperti usaha kuliner rumahan dan perdagangan daring mulai bermunculan, menandai pergeseran ekonomi desa yang semakin beragam dan adaptif.
Sejak dahulu kala, dari zaman Belanda dan Jepang hingga Indonesia merdeka, posisi Desa Gumingsir yang berada di cekungan Sungai Serayu sangat strategis sebagai tempat pengintaian dan merupakan daerah yang subur untuk bertani padi.
โ Mbah Martono, Sesepuh Desa Gumingsir
Perangkat Pemerintah Desa Gumingsir
Kepala Desa Gumingsir
Sekretaris Desa
Kaur Keuangan
Kasi Pemerintahan
Kasi Pelayanan
Kasi Kesejahteraan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Gumingsir Tahun Anggaran 2026
Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah warga Desa Gumingsir
Padi, jagung, cabai, tomat, dan kacang panjang dari lahan sawah dan tegalan warga Desa Gumingsir.
Usaha kuliner dan pengolahan hasil pertanian yang mulai berkembang di kalangan warga desa dalam beberapa tahun terakhir.
Sapi, kambing, ayam, dan itik yang dipelihara warga sebagai sumber pendapatan tambahan dan tabungan keluarga.
Pengrajin lokal dan pedagang kecil yang turut menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri.
Informasi terbaru seputar kegiatan Pemerintah Desa Gumingsir
Perangkat Desa Gumingsir aktif mempersiapkan diri menghadapi Lomba Jaga Desa dengan fokus pada kelengkapan administrasi pemerintahan desa.
Pelatihan aplikasi Sistem Informasi Desa Gumingsir digelar untuk meningkatkan kinerja pemerintahan desa demi kemajuan bersama masyarakat.
Berbagai program pembangunan desa dijalankan sebagai upaya penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup warga.
Semangat gotong royong dan kebersamaan warga Desa Gumingsir terus terjaga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang rutin digelar.
Musyawarah Desa penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026 digelar secara transparan, partisipatif, dan akuntabel bersama BPD dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ekonomi baru seperti usaha kuliner rumahan dan perdagangan daring mulai berkembang, menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman.
Potret kehidupan dan keindahan alam Desa Gumingsir
Sampaikan aspirasi dan pengaduan Anda kepada Pemerintah Desa Gumingsir
Jl. Raya Desa Gumingsir, Kecamatan Wanadadi
Wanadadi
Banjarnegara
53461
gumingsir-wanadadi.desa.id